Hadapi Pandemi Kemendikbud Gelar Kejar Mutu Pendidikan

Press Release

Konawe Utara – Pandemi Covid-19 telah melemahkan berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia.
Salah satunya sektor pendidikan dimana banyak peserta didik mengalami learning loss atau penurunan
kompetensi.

Kehilangan kesempatan belajar yang berujung pada learning loss antara lain ditandai oleh melemahnya
kompetensi literasi dan numerasi di sekolah. Fenomena penurunan mutu pendidikan ini khususnya
banyak terjadi di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Salah satunya Kabupaten Konawe Utara,
Sulawesi Tenggara.

Selain itu, pandemi Covid-19 mengharuskan siswa melakukan pembelajran jarak jauh (PJJ) antara lain
melalui moda online dari rumah yang banyak menyebabkan tekanan psikologis. Problematika dalam PJJ
telah menimbulkan berbagai issu seperti lemahnya motivasi belajar, meningkatnya kasus kekerasan
terhadap anak dan kecemasan saat belajar.

Merespons persoalan ini, Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek menggelar program Kejar Mutu
pendidikan untuk mengatasi dampak negatif pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia pendidikan.
Konsultan Pendidikan Kemendikbudrisetk, Dr. Edi Rahmat Widodo menjelaskan pembelajaran jarak jauh
(online) di rumah memiliki efektivitas yang rendah. Hal ini menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia
belum sesuai harapan.

“Pendidikan dengan mekanisme online di beberapa daerah belum efektif. Padahal pendidikan sangat
penting dalam memajukan bangsa Indonesia di masa depan. Untuk itu, kami membuat terobosan
program Kejar Mutu untuk mengurangi dampak learning loss, motivation loss, dan participation loss.
Harapannya praktik baik dalam pendampingan Kejar Mutu untuk meningkatkan kompetensi literasi-
numerasi dan motivasi belajar dapat dilanjutkan di sekolah setelah program selesai.” jelasnya di Konawe
Utara, Kamis, 11 November 2021.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Lapeha S.Pd., M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Konawe Utara menyambut baik kegiatan Kejar Mutu di daerahnya. “Kami mendukung penuh kegiatan ini
agar berjalan lancar dan sukses. Tentu harapannya program ini membawa pendidikan di sini mampu
menjadi yang terbaik di Sulawesi Tenggara”

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si mengaku senang adanya kegiatan
kejar mutu dalam usaha pemerataan pendidikan di Sekolah Dasar. Menurutnya, Ini langkah bagus dan
efektif dalam pemerataan pendidikan di daerah, sehingga pendidikan dapat dirasakan semua kalangan.

“Kami butuh kegiatan Kejar Mutu dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan. Konawe Utara
harus mampu maju, sejahtera dan berdaya saing, salah satunya lewat pendidikan. Jika perlu jangan hanya
beberapa SD, melainkan seluruh SD di Kabupaten Konawe Utara”

Dirinya berpesan, masyarakat Konawe Utara harus mampu berdaya saing mengelola sumber daya alam
di daerahnya seperti pertambangan nikel. Selain itu, dirinya juga meminta tim pendidik program kejar
mutu agar bekerja dengan penuh ketulusan hati.

“Jadi pendidik itu harus memiliki ketulusan hati, temasuk dalam mengajar di sekolah Dasar. Jika kita
mendidik dengan tulus, akan mendorong anak semangat belajar” tegasnya.

Ketua Tim Kejar Mutu Pendidikan dari LPPM Universitas Pakuan, Dewan Tanjung S.Pd, menjelaskan,
kegiatan kejar mutu adalah program yang digelar Kemendikbudristek dalam menjawab kebutuhan daerah
3T yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan program ini, partisipasi stakeholders sekolah diharapkan
meningkat sehingga mampu berdaya saing dalam dunia global.

“Dampak pandemi Covid-19 terasa di semua sektor khususnya kualitas dan motivasi belajar yang rendah,
apalagi di daerah 3T. Kami ingin program ini mampu menjawab kegelisahan yang terjadi khususnya
peningkatan kemampuan literasi-numerasi dan motivasi belajar insan pendidikan di sekolah” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button