PERBESAR AKSES DAN RUANG PEREMPUAN DALAM SEKTOR LINGKUNGAN DAN KONSERVASI

Jakarta, Perempuannusantara.com | Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung komitmen global dalam meningkatkan partisipasi dan keterlibatan perempuan dan gender mainstreaming di dalam isu kehutanan, konservasi alam dan satwa.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Eko Novi Ariyanti menyebut dibutuhkan intervensi gender dengan memperhatikan kebutuhan dan pengalaman yang berbeda antara laki2 dan perempuan, untuk memastikan lapangan pekerjaan pada sektor kehutanan, konservasi alam dan satwa yang kerap didominasi oleh laki-laki dapat diakses oleh perempuan.

“Ketika mengintegrasikan perpektif gender ke semua sektor, kita melihat ada kebutuhan dan pengalaman yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Sehingga kita perlu melakukan upaya-upaya perubahan struktural. Selain kebijakan juga perlu memastikan terjadinya perubahan kesadaran di tingkat masyarakat karena masih ada nilai-nilai di masyarakat bahwa perempuan hanya bisa di rumah. Sehingga upaya-upaya perubahan itu juga perlu dilakukan di tingkat masyarakat,” ujar Eko Novi.

Pelibatan perempuan secara formal dalam perputaran sosial juga perlu dilakukan. Menurut Eko Novi pelibatan tersebut arahnya lebih pada pemberdayaan. Partisipasi perempuan dalam tata kelola hutan itu tidak hanya dalam penguatan ekonomi tetapi bagaimana transformasi sosial kelompok-kelompok perempuan yaitu mengacu pada penguatan-penguatan perempuan terkait politik, sosial dan budaya.

“Perempuan yang terlibat dan aktif dalam transformasi sosial pada akhirnya bisa menyuarakan kebutuhan dan kepentingan mereka di berbagai sektor. Jika ini terwujud kita bisa memastikan bahwa partisipasi perempuan bisa menyokong keberlangsungan lingkungan, komunitas dan keluarga mereka,” jelas Eko Novi.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indra Exploitasia mengatakan mempekerjakan perempuan dalam isu lingkungan, konservasi alam dan satwa memiliki keunggulan tersendiri. Menurut Indra analisis perempuan lebih baik karena mereka bisa memberikan analisis dari sudut pandang yang banyak.

“Mereka mungkin lahir dengan kemampuan multitasking. Bisa mengerjakan berbagai hal sehingga terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan multitasking. Itulah kenapa kami senang merekrut perempuan, bukan hanya untuk pengarustamaan gender, tetapi lebih kepada pengalaman dan kapasitas perempuan. Ada beberapa kelebihan perempuan sehingga kita melihat ini sebagai salah satu potensi yang bisa kita kembangkan untuk keterlibatan perempuan dalam konservasi-konservasi,” ujar Indra. (kemenpppa.go.id/Fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button