Perempuan Dan Generasi Emas 2045 .( Inggar Saputra M,Si )

 

perempuannusantara.com .Perempuan adalah kelompok manusia di Indonesia yang seringkali terpinggirkan sehingga seringkali gagal mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Dalam banyak hal, masyarakat seringkali menstigma mereka sebagai makhluk lemah, mudah disakiti dan tanpa daya perlawanan. Kondisi ini secara nyata terlihat dengan maraknya kekerasan terhadap perempuan di masyarakat. Angka kekerasan yang tinggi menandakan belum adanya keseriusan dalam memandang persoalan kesetaraan gender dalam kehidupan manusia Indonesia baik dalam skala rumah tangga, masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan mengingat para pendiri bangsa Indonesia sejatinya sangat mendukung dan menghargai potensi perempuan. Soekarno sangat menganggumi peran perempuan Sarinah sebagai sosok pengasuhnya semasa kecil. Hatta, sosok proklamator Indonesia menjadikan istrinya sebagai perempuan yang layak dihargai dan setia sampai akhir hidupnya. Mereka adalah teladan bangsa Indonesia dalam menghargai, mencintai dan memandang perempuan sebagai sosok yang layak dikembangkan potensi dirinya sehingga membanggakan keluarga, agama dan bangsanya.

Sekarang ini, bangsa Indonesia diberikan peluang bonus demografi dan konstitusi kita sangat melindungi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan dalam kesehariannya. Kita melihat bagaimana peluang bonus demografi hadir pada tahun 2045 dimana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi berbagai sektor strategis kehidupan berbangsa dan bernegara. Konteks ini, perempuan muda Indonesia yang sekarang disebut generasi millenial harus menyambut peluang masa generasi emas tersebut dengan aktif belajar dan berkarya di berbagai bidang kehidupan. Sejak sekarang mereka harus mulai memahami potensi diri dan kebutuhan masyarakat sekitarnya sehingga kelak bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di sektor publik khususnya politik, generasi emas perempuan muda Indonesia dapat memanfaatkan kuota keterwakilan 30 persen perempuan sebagai sarana perjuangan dalam berpolitik. Mereka dapat ikut aktif mengisi struktur kepengurusan partai politik dengan mulai turun ke bawah mendengar dan menyerap aspirasi sesama kaum perempuan. Aspirasi itu dilanjutkan bentuk dukungan nyata di bilik suara dan langkah strategis memperjuangkan wacana dan kebutuhan riil kaum perempuan di medan politik. Langkah praktisnya, kaum perempuan Indonesia maju mencalonkan diri dalam kontestasi politik melalui pemilihan anggota legislatif dan secara serius memperjuangkan aspirasi perempuan dalam ranah kebijakan publik sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan ke depannya.

Pada sektor swasta, kaum perempuan muda Indonesia bisa belajar secara tekun sehingga menjadi sosok profesional yang mampu mengisi sektor strategis industri dan perekonomian nasional. Dengan kapasitas profesionalnya diharapkan mereka sudah mampu menjadi top leader di perusahaan besar nasional dan internasional pada tahun 2045 kelak. Sinergitas perempuan di sektor politik dan swasta profesional tentu akan membantu terciptanya lebih banyak perempuan Indonesia yang mampu berkarya nyata buat kemajuan Indonesia. Jika itu mampu dijalankan dengan baik, kita layak berharap dan percaya derajat kaum perempuan Indonesia akan naik, potensinya mampu dikembangkan dengan baik serta mereka akan menjadi sosok yang memberikan kontribusi positif, maksimal dan menjadi ibu bangsa dan negara yang layak dibanggakan.( inggar Saputra).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button